Harga Bahan Proyek Rehab Jembatan Gantung Pasir Diduga Mark Up, Pengawas Mengelak Dari Wartawan

  • Bagikan
Harga Bahan Proyek Rehab Jembatan Gantung Pasir Diduga Mark Up, Pengawas Mengelak Dari Wartawan

Beritaini.top Harga Bahan Proyek Rehab Jembatan Gantung Pasir Diduga Mark Up, Pengawas Mengelak Dari Wartawan

Harga Bahan Proyek Rehab Jembatan Gantung Pasir Diduga Mark Up

Berita Hari Ini – Tapsel

Proyek pembangunan jembatan gantung pasir kecamatan Angkola Muaratais senilai Rp791 juta yang bersumber dari APBD Tapanuli Selatan tahun anggaran 2022 dilaksanakan oleh CV Anugrah Permai terindikasi pemahalan harga bahan dan barang .
Wartawan yang hendak konfirmasi (6/8/2022) ke pengawas proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tapanuli Selatan Ganti Daulay terkait kapasitasnya sebagai pengawas dalam mengawasi pekerjaan tersebut. Tetapi Ganti langsung menghindari wartawan. 
Pengawas proyek Ganti Daulay digaji oleh pemerintah seharusnya bekerjasama dengan insan pers atau lembaga swadaya masyarakat mengontrol proyek yang bersumber dari uang rakyat tersebut. Tapi pengawas seolah-olah pro kepada rekanan. 
Pengawasan pembangunan jembatan gantung pasir Kecamatan Angkola Muaratais yang menghubungkan Ke Desa Sorimanaon perlu diawasi extra ketat. Supaya kejadian robohnya jembatan tersebut tidak terulang kembali. Pelaksana pekerjaan CV Anugrah Permai yang beralamat di jalan Karya LKMD Panyanggar harus benar-benar diawasi.
Tak bisa dipungkiri, akhir-akhir ini kisruh kisruh lelang proyek di Kabupaten Tapanuli Selatan telah menjadi perhatian publik. Sektor pengadaan barang dan jasa menandakan lahan basah korupsi di Tapanuli Selatan. Hal tersebut diawali perencanaan dan penganggaran. “Jadi penganggaran sudah dikapling-kapling, sekian jatah buat pihak tertentu, ucap peneliti senior LSM Trisakti Adi Saputra Tanjung.
Adi mengatakan, spesifikasi teknis bisa dimainkan dengan menaikkan spesifikasi sehingga anggaran menjadi besar. “Juga mengarahkan spesifikasi teknis pada peserta lelang tertentu sehingga hanya satu peserta lelang yang lolos,”
Dokumen harga perkiraan sementara juga bisa jadi dasar mengulik wajar atau tidaknya suatu pengadaan. Dokumen tersebut bisa mengungkap sumber informasi yang digunakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam menyusun HPS. “Inilah awal dari korupsi pengadaan barang dan jasa di Tapanuli Selatan”, pungkasnya. (Jabbar)
Editor: Beritaini.top
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.