Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo Lestarikan Jathilan dan Warok Sebagai Warisan Budaya

  • Bagikan
Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo Lestarikan Jathilan dan Warok Sebagai Warisan Budaya

Beritaini.top Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo Lestarikan Jathilan dan Warok Sebagai Warisan Budaya

Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo Lestarikan Jathilan dan Warok Sebagai

Berita Hari Ini | Magelang – Sebuah pertunjukan seni tari Jathilan disuguhkan oleh Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo di lapangan Desa Kartoharjo Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, pada Minggu (8/5/2022).

“Pagelaran ini kami lakukan dalam rangka meramaikan acara pasar pagi yang sudah rutin dilakukan,” tukas Muhammmad Zumri,  ketua Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo.

Menurutnya didalam Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo semua dilibatkan, dari pria dan wanita dewasa, anak-anak sekolah dan semua unsur yang ada di masyarakat.

1652090336 225 Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo Lestarikan Jathilan dan Warok Sebagai

“Disini kami libatkan semua usia termasuk anak-anak yang masih sekolah, tentunya ini menjadi pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan penguatan seni tari Jathilan dengan mengenalkan dan melestarikan  seni budaya lokal,” ujar M Zumri menambahkan.

Dari pantauan di arena pertunjukan, meskipun panas terik oleh sinar matahari  antusiasme penonton cukup tinggi dalam menyaksikan Jathilan. Ratusan penonton memadati pinggir lapangan menonton pertunjukan para penari Paguyuban Wahyu Cipto Budoyo yang tampil memukau.

1652090337 102 Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo Lestarikan Jathilan dan Warok Sebagai

Penasehat Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo, Ashadi mengatakan Jathilan dan Warok yang ada dalam naungan Paguyuban merupakan persembahan yang siap dihadirkan kapanpun.

“Kami siap tampil kapanpun, sehingga lebih dikenal luas dan diketahui bahwa di Dusun Ngencek, Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag itu ada Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo yang didalamnya ada Jathilan dan Warok. Kami juga berterimakasih atas kepercayaannya dan antusiasme penonton yang menurut kami sangat luar biasa, itu artinya bahwa masyarakat itu memerlukan hiburan dan sangat perhatian terhadap kekayaan budaya yang ada,” tukas Ashadi.

Lanjutnya, “jathilan yang tampil hari ini adalah salah satu usaha untuk melestarikan warisan dan juga aset budaya. Kami bertekad untuk terus nguri-nguri dan melestarikan kesenian tradisional jathilan ini, harapan kami juga ada perhatian pemerintah berupa dukungan material maupun imaterial.”

1652090337 631 Paguyuban Seni Wahyu Cipto Budoyo Lestarikan Jathilan dan Warok Sebagai

Usai menonton Jathilan, Yunita Andra Sukmastuti salah satu penonton yang mengaku sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi mengungkapkan apresiasinya.

“Saya kagum, senang dan bangga tadi melihat Jathilan, selain saya terhibur saya sangat mengapresiasi masih ada kepedulian sekelompok orang yang tergabung dalam Paguyuban yang bertujuan  melestarikan budaya seperti Jathilan yang tadi kita saksikan,” ungkap Yunita.

Sementara itu Wienarno, peminat masalah Budaya memberikan pandangan yang menurutnya era globalisasi menggerus budaya asli yang ada. Namun ia merasa turut senang dan bangga ditengah-tengah maraknya seni budaya kontemporer barat dengan pengaruh yang besar, masih ada Paguyuban yang bertujuan melestarikan seni budaya yang dapat eksis dengan melakukan berbagai penyesuaian agar tetap diminati.

“Sesuai dengan perkembangan jaman sejatinya ada banyak cerita yang dikembangkan dan sering ditampilkan pada pertunjukkan seni tari jathilan, hanya saja dewasa ini pengaruh budaya barat sangat  cepat dan bisa menggerus budaya yang ada,” tutur Wienarno.

“Namun demikian  jathilan telah berkembang dan dikemas dengan sisi yang berbeda, hal ini dilakukan agar tetap memiliki daya tarik bagi generasi muda yang telah mengenal tradisi modern. Selain itu Jathilan mempunyai keunikan yang tidak dimiliki budaya barat seperti adanya  kesurupan dan cara mengatasinya,” tutup Wienarno

Jathilan muncul sebagai  tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda (Jathil) yang sedang berlatih di atas kuda. Tarian ini dibawakan oleh penari dimana antara penari yang satu dengan yang lainnya saling berpasangan. Ketangkasan dan kepiawaian dalam berperang di atas kuda ditunjukkan dengan ekspresi atau semangat sang penari. Sehingga Jathil dilengkapi properti pertunjukan berupa Jaran (kuda) kepang dan senjata, serta pola ritmis gerak tari yang silih berganti antara irama mlaku (lugu) dan irama ngracik.

Laporan Agus Wiebowo

Editor: Beritaini.top
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.